PERTANIAN

Perkembangan Alat Pemanen Padi dari Masa ke Masa

alat pemanen padi
Alat pemanen padi
Sumber: Arsip Pribadi

Sejak dulu kala negeri kita ini dikenal sebagai negeri agraris. Negeri yang sangat subur dan bermandikan cahaya matahari. Peradaban bercocok tanam ini sudah mendarah daging dan diturunkan hingga sekarang. Tanaman favorit yang paling banyak ditanam oleh para petani di Indonesia khususnya pulau jawa adalah padi. Tradisi bercocok tanam ini tentunya memiliki alat-alat khusus yang digunakan untuk bekerja, termasuk alat pemanen padi.

Alat pemanen padi telah berubah dari masa ke masa. Berikut ini akan dibahas alat pemanen padi yang digunakan oleh orang-orang Indonesia dari masa ke masa.

Inilah Alat Pemanen Padi dari Masa ke Masa Ani-ani

alat pemanen padi
Sumber: wikipedia

Ani-ani adalah alat pemanen padi yang paling kuno yang saya tahu. Dalam bahasa sunda, ani-ani disebut panegel. Ani-ani terbuat dari bambu, kayu dan pisau kecil. Pisau kecil dijepit dengan kayu yang ditempelkan pada bambu dan membentuk garis tegak lurus. Petani-petani muda zaman now pasti sudah tidak ada yang bisa menggunakan alat ini. Untuk menggunakan alat ini sangat diperlukan kesabaran yang ekstra.

Berdasarkan cerita ibu saya, panen padi pada zaman itu bisa berlangsung sangat lama. Untuk memanen padi pada lahan sekamas saja bisa berlangsung hingga seharian. Itupun hanya proses pemetikan, sedangkan proses perontokan gabah dilakukan di pekarangan rumah.

Teknik Penggunaan Ani-ani yaitu menyelipkan bagian pisau ani-ani pada jari-jari tangan. Bagian pisau ani-ani diselipkan diantara jari tengah dan jari manis. Jadi ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah berada diatas pisau sedangkan jari manis dan kelingking berada dibawah pisau. Kemudian ani-ani ditekankan pada batang malai padi untuk memotong malai padi tersebut. Tangan satunya digunakan untuk mengambil malai padi yang telah terpotong dan menaruhnya pada wadah yang disebut boboko.

Baca Juga:

Pertanian Hidroponik Organik Ala Dosen Faperta UMUS Brebes
Makanan Darurat Untuk Korban Bencana
Istilah nama dan kegunaan peralatan hidup masyarakat brebes
Inkubator Bisnis Agro Food Technopreneur Fakultas Pertanian UMUS Brebes

Setelah terkumpul lumayan banyak malai-malai padi tersebut diikat menjadi “geugeusan” padi. Kemudian diangkut kerumah untuk dijemur di pekarangan dan setelah kering disimpan di lumbung padi dalam bentuk ikatan. Saat mau masak nasi, diambil beberapa ikat untuk ditumbuk pada lesung. Jadi orang dulu itu makan nasi dari beras pecah kulit yang lebih menyehatkan. Maka tak heran jika orang-orang dulu tubuhnya lebih sehat-sehat dan berumur lebih panjang.

Sabit

alat pemanen padi
Sumber: google

Sabit yang digunakan untuk memanen padi adalah sabit khusus yang mempunyai gerigi. Berbeda dengan sabit yang biasa untuk memotong rumput yang dimiliki para peternak kambing. Jika menggunakan sabit rumput biasanya akan rawan terjadi kecelakaan kerja karena sabit rumput itu licin kalau untuk memotong padi.

Alat untuk memotong padi dibuat sabit khusus yang memiliki gerigi seperti gergaji. Oleh karena itu sabit ini biasa juga disebut sebagai “arit ragaji” atau sabit gergaji. Tugas sabit gergaji ini hanya untuk menumbangan pohon padi saja. Tidak bisa digunakan untuk merontokkan bulir-bulir padi. Diperlukan alat lain seperti pangeprak, peretan manual maupun peretan mesin.

Pangeprak

Pangeprak adalah istilah dalam bahasa sunda untuk menyebut alat yang dipakai untuk merontokkan padi. Di tempat lain ada yang menyebut alat ini dengan sebutan gepyokan, gebotan dan mungkin masih banyak sebutan lain. Alat ini biasa dibuat dari kayu, bambu atau dari besi bekas. Alat ini dibuat seperti kursi dengan ketinggian sekitar 40—50 cm dan permukaannya dibuat miring.

alat pemanen padi
Sumber: Arsip Pribadi

Alat ini menjadi andalan sebelum ditemukan alat perontok padi yang diputar. Pangeprak ini memang memudahkan proses perontokan padi menjadi gabah. Akan tetapi masih kurang efektif karena sangat menguras tenaga dan masih kalah cepat dibanding alat perontok yang diputar. Padi yang telah ditebang diambil sekepalan tangan lalu dipukulkan pada pangeprak tersebut beberapa kali sampai rontok semua. Hal ini sangat menguras energi. Tapi anggap saja ini sebagai olahraga. Hehe.

Peretan

Peretan ini adalah alat perontok padi dengan menggunakan teknik putaran. Alat ini dibuat dengan kayu yang dibentuk seperti roda slender dan ditanami paku ukuran 10 cm. Untuk memutarkan roda tersebut ada yang menggunakan pedal sepeda dan ada pula yang menggunakan klinden yang disambungkan pada mesin.

alat pemanen padi
Sumber: Arsip Pribadi

Alat peretan ini bisa lebih mempercepat proses perontokkan gabah. Biasanya ada orang yang bertugas khusus membereskan padi sekepalan tangan untuk diberikan kepada orang yang khusus merontokkan padi pada peretan. Jika masih menggunakan pedal sepeda, orang yang merontokkan padi juga sambil mengayuh pedal untuk memutarkan roda peretan.

Combine Harvester

Alat-alat pemanen padi yang telah dibahas di atas memang sangat berjaya di masanya. Akan tetapi zaman telah berubah menjadi zaman teknologi canggih yang serba mesin dan serba otomatis. Combine Harvester adalah alat pemanen padi yang tidak membutuhkan sabit dan pangeprak lagi. Alat ini bisa langsung membabat padi sekaligus merontokkan bulir-bulir padi. Sehingga untuk memanen padi dengan luas berhektar-hektar pun dapat dilakukan hanya dalam hitungan jam. Tidak sampai seharian.

alat pemanen padi
Sumber: potretpertanian.com

Pada awal-awal dikenalkannya alat Combine Harvester ini, banyak ditentang oleh para petani generasi tua. Karena bisa mengancam mata pencaharian para buruh tani. Akan tetapi saat ini karena sangat sedikit sekali anak muda yang mau menjadi petani, akhirnya tenaga kerja pertanian semakin langka. Dan akhirnya alat pemanen padi combine harvester ini mulai banyak diterima dan digunakan.

Related posts

Lahan Rawa yang Disulap menjadi Kawasan Pertanian Modern

Ibaft3

Petani Sejati Tidak Pernah Kapok Bercocok Tanam

Ibaft3

Hari Pangan Sedunia ke-38 di Sawah Rawa Modern di Kalimantan Selatan

Ibaft3

6 comments

Leave a Comment