KULINER PERTANIAN

Pengertian Fermentasi dan Pemahaman Ilmiah Tentang Proses Mikroba

fermentasi pangan

Fermentasi Pangan – Fermentasi adalah salah satu bentuk teknologi pengawetan makanan tertua di dunia. Makanan fermentasi asli seperti roti, keju dan anggur, telah disiapkan dan dikonsumsi selama ribuan tahun dan sangat terkait dengan budaya dan tradisi, terutama di rumah tangga pedesaan dan masyarakat desa.

Contoh Makanan fermentasi populer di seluruh dunia dan di beberapa daerah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap diet jutaan individu. Misalnya :

  1. Kecap yang difermentasi dari kacang kedelai,
  2. Singkong yang difermentasi Menjadi Tape,
  3. Kedelai yang difermentasi Menjadi Tempe dan Tahu,
  4. Dan masih banyak lagi

Pengertian Fermentasi

Fermentasi adalah proses pengawetan energi rendah yang relatif efisien, yang meningkatkan umur simpan dan mengurangi kebutuhan akan pendinginan atau bentuk teknologi pengawetan makanan lainnya. Oleh karena itu teknik yang sangat tepat untuk digunakan di negara berkembang dan daerah terpencil di mana akses ke peralatan canggih terbatas. Ada ruang lingkup yang luar biasa dan potensi untuk penggunaan mikro-organisme untuk memenuhi permintaan dunia yang terus meningkat untuk makanan, melalui pemanfaatan yang efisien dari persediaan makanan dan makanan yang tersedia dan transformasi bahan limbah.

Fermentasi Tradisional

Fermentasi adalah salah satu teknologi pengolahan makanan tertua di dunia. Pengetahuan tentang cara membuat produk-produk ini sering diturunkan dari orang tua ke anak (biasanya ibu ke anak perempuan) dan termasuk ke dalam “pengetahuan pribumi” yang kurang dihargai. Sebagian besar pengetahuan ini belum didokumentasikan dan terancam hilang karena teknologi berevolusi dan keluarga berpindah dari praktik pengawetan makanan tradisional.

Pemahaman Ilmiah Tentang Proses Mikroba

Sebagian besar produk fermentasi tradisional dibuat dengan fermentasi alami yang dilakukan di lingkungan yang tidak steril. Kondisi lingkungan spesifik menyebabkan pemilihan mikro organisme secara bertahap yang bertanggung jawab untuk produk akhir yang diinginkan. Ini sesuai untuk produksi skala kecil untuk konsumsi rumah. Namun metode ini sulit untuk dikendalikan dan ada risiko mikro-flora yang menyertainya menyebabkan pembusukan dan produk yang tidak aman. Jika prosesnya harus disempurnakan, dengan pandangan untuk produksi dalam skala yang lebih besar, penting untuk memiliki pemahaman ilmiah tentang proses fermentasi.

Itulah Sedikit penjelasan mengenai Fermentasi Pangan bagi kehidupan manusia, semoga artikel ini bisa berguna bagi anda yang membacanya. Terima kasih

Salam Pangan untuk Indonesia

Baca juga Artikel menarik lainnya :
Peran Penting Ahli Teknologi Pangan Bagi Kelangsungan Hidup Manusia

Jurusan Teknologi Pangan, Kenali dan Di Mana Bisa Kuliah Jurusan ini?

Pencok Sunda Vs Pencok Jawa, Beda Asal Beda Rasa

Keindahan Wisata Danau Beko Margasari Tegal

Related posts

Makanan Darurat untuk Korban Bencana

Ibaft3

Lahan Rawa yang Disulap menjadi Kawasan Pertanian Modern

Ibaft3

BUDI DAYA KELAPA GENJAH YANG MENGUNTUNGKAN

Ibaft3

13 comments

Leave a Comment