KULINER PERTANIAN

Hari Pangan Sedunia ke-38 di Sawah Rawa Modern di Kalimantan Selatan

Hari Pangan Sedunia

Selamat Hari Pangan Sedunia yang ke-38. Hari ini tanggal 16 Oktober 2018 untuk ke-38 kalinya diperingati Hari Pangan Sedunia. Tanggal 16 Oktober adalah hari berdirinya FAO. Food and Agriculture Organization (FAO) adalah Organisasi Pengurus Pangan dan Pertanian di dunia. FAO sudah berdiri sejak tahun 1945 akan tetapi Hari Pangan Sedunia atau World Food Day baru diperingati sejak tahun 1981.

Tema Hari Pangan Sedunia

Setiap tahun acara peringatan Hari Pangan Sedunia ini selalu berganti-ganti tema sesuai dengan kondisi pangan dan pertanian terkini. Tahun ini tema peringatan hari pangan sedunia yang ditetapkan FAO adalah “Our Actions are Our Future, A Zero Hunger World by 2030 is Possible”.Harus dilakukan tindakan-tindakan untuk mewujudkan dunia tanpa kelaparan di tahun 2030.

Hari Pangan Sedunia
Sumber: youtube.com

Sedangkan tema nasional yang diangkat yaitu “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045″. Negeri Indonesia ini masih memiliki lahan rawa yang luas yang belum dimanfaatkan, terutama di pulau kalimantan dan pulau sumatera. Menurut Bapak Menteri Pertanian lahan rawa yang berpotensi menjadi lahan produktif mencapai 9,52 juta hektar. Melebihi luas lahan sawah yang produktif selama ini yang hanya 8,1 juta hektar. Maka ketika 9,52 juta hektar lahan rawa itu diaktifkan maka pasti produksi pangan kita akan meningkat.

Baca Juga:
Petani Sejati Tidak Pernah Kapok Bercocok Tanam
Membaca ini tidak menjadi pintar, tapi tau bagaimana cara untuk pintar
Inkubator Bisnis Agro Food Technopreneur Fakultas Pertanian Umus Brebes
Bercocok Tanam di Lahan Sempit yang Menghasilkan

Tempat Peringatan Hari Pangan Sedunia di Indonesia

Di Indonesia, Hari Pangan Sedunia selalu diperingati dan dipusatkan di Provinsi yang mendapat giliran. Tahun ini puncak peringatan hari pangan sedunia akan dilaksanakan di provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 18-21 Oktober 2018.

Hari Pangan Sedunia
Sumber: youtube.com

Provinsi Kalimantan Selatan dipilih karena sesuai dengan Tema Nasional untuk mewujudkan ambisi Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045. Di provinsi Kalimantan Selatan ini sedang dibangun proyek pembukaan sawah baru untuk menanam padi di lahan rawa dengan teknologi modern. Jika proyek sawah baru ini berhasil maka produksi padi nasional akan sangat melimpah.

Hari Pangan Sedunia
Sumber: youtube.com

Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan dua lokasi untuk menggelar rangkaian acara Peringatan Hari Pangan Dunia ini. Lokasi pertama Berada di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel di Kota Banjarbaru dan Lokasi kedua berada di Kabupaten Barito Kuala. Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel disediakan untuk acara yang bersifat seremonial dan seminar. Sedangkan Lokasi Sawah Rawa di desa Jejangkit Muara adalah untuk menggelar Panen Raya Padi Rawa.

Hari Pangan Sedunia
Sumber: youtube.com

Rangkaian Kegiatan

Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pangan Sedunia 2018 ini akan digelar beberapa kegiatan. Bagi para akademisi ataupun praktisi bisa mengikuti Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Rawa. Kemudian bisa menyaksikan Panen Raya Padi Rawa. Panen Raya Padi Rawa di Kalsel ini sudah menggunakan Alat pemanen Padi yang keren lhoo.

Hari Pangan Sedunia
Sumber: youtube.com

Event ini juga menggelar Pameran Pembangunan dan Pameran Inovasi dan Teknologi. Kemudian diisi juga dengan Gerakan Penanaman Pohon serta ada perlombaan-perlombaan. Kegiatan ini akan berlangsung dari hari Kamis 18 Oktober 2018 hingga Minggu 21 Oktober 2018.

Kuliner Khas Kalimantan Selatan

Bagi yang mau berangkat ke Kalimantan Selatan untuk menyaksikan kemeriahan Hari Pangan Sedunia 2018, jangan lupa mencicipi kulinernya ya!. Ada banyak makanan khas Kalimantan Selatan lho, diantaranya adalah soto banjar, mie bancir, manday, bingka dan pakasam.

Soto Banjar

Sumber: infokuliner.com

Makanan jenis soto memang hampir di setiap daerah ada, mulai dari soto padang, soto kudus, soto lamongan, dan soto-soto lainnya. Soto Banjar adalah salah satu jenis soto yang terkenal di Indoensia bahkan sudah ada mie instan yang mengadopsi rasa soto banjar ini. Soto banjar berisi potongan lontong atau nasi yang ditaburi suwiran ayam kampung, soun, berkedel kentang, taburan seledri dan daun bawang. Rahasia utama kelezatan soto banjar adalah kuahnya yang terbuat dari campuran rempah-rempah seperti kapulaga, kayu manis, cengkeh dan pala. Untuk menambah mantap biasa ditambahkan perasan jeruk nipis.

Kalau belum sempat ke Kalsel mendingan berangkat ke warung saja dech beli mie rebus rasa soto banjar.

Mie Bancir

Sumber: masteresep.com

Mie Bancir terdiri darimie kuning, suwiran daging ayam kampung, telur itik, bawang goreng, daun seledri dan jeruk nipis. Yang membedakan dengan sajian mie lain adalah penyajiannya dengan kuah yang nanggung. Gara-gara kuah yang nanggung kering tapi agak becek inilah yang menjadikan sajian mie ini disebut mie bancir. Bancir dalam bahasa banjar berati bencong atau banci.

Manday

Sumber: masakandapurku.com

Namanya asing banget ya? Apa itu manday? Manday adalah makanan yang terbuat dari kulit cempedak yang digoreng. Kulit cempedak yang digunakan adalah kulit bagian dalam yang berwarna putih. Kulit itu dicuci dan direndem dulu biar lunak. Bumbu yang digunakan Cuma garam dan kemudian digoreng sampai matang.

Pakasam

Sumber: wikipedia.com

Pakasam adalah produk teknologi pangan tradisional dari suku banjar. Pakasam dibuat dari ikan air tawar dengan teknik fermentasi. Prosesnya sampai seminggu lebih. Setelah ikan dibersihkan dari sisik dan kotorannya, ikan direndam larutan garam 15 % dulu selama dua hari. Setelah fermentasi dengan garam proses berlanjut ke fermentasi bakteri asam laktat selama seminggu. Untuk nutrisi bakteri yang digunakan cukup unik yaitu dengan taburan beras ketan yang digoreng.

Setelah fermentasi selesai biasanya pakasam ini tidak langsung dimakan tapi diberi bumbu lagi dengan cabe, bawang merah dan gula.

 

Related posts

Makanan Darurat untuk Korban Bencana

Ibaft3

Makanan Khas Sunda Brebes yang Wajib Ada pada Setiap Acara Hajatan di Daerah Banjarharjo dan Sekitarnya

Ibaft3

Petani Sejati Tidak Pernah Kapok Bercocok Tanam

Ibaft3

6 comments

Leave a Comment