PERTANIAN Tak Berkategori

Petani Sejati Tidak Pernah Kapok Bercocok Tanam

Sumber: asn.id

Hari ini saya akan sedikit bercerita tentang sosok yang sangat berjasa untuk kelangsungan hidup manusia yakni para petani. Petani sejati yang tidak pernah kapok bercocok tanam. Di negeri ini petani masih menjadi golongan kelas menengah kebawah. Padahal di negara-negara maju para petani termasuk golongan penduduk yang sejahtera. Walaupun jerih payah para petani sejati di negeri ini sering tidak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan, para petani sejati tidak pernah kapok untuk bercocok tanam. Bahkan mereka berani bertaruh untuk tetap bercocok tanam di bulan kemarau. Padahal saat bulan kemarau biaya produksi menjadi lebih tinggi karena harus mengeluarkan biaya untuk pengairan menggunakan mesin pompa air. Berikut ini beberapa alasan petani sejati tidak pernah kapok bercocok tanam.

Baca juga:

Penghasilan Petani Lebih Besar dari PNS, Loch!
Mencoba Lagi Karena Pernah Merasakan Panen yang Berhasil

Petani Sejati Bercocok Tanam Untuk Memakmurkan Bumi

Sumber: simgcop.com

Para petani menyadari betul bahwa mereka adalah anak Adam. Adam diturunkan Allah untuk menjadi khalifah di bumi. Ya. Manusia bertugas memakmurkan bumi dengan bercocok tanam dan hasil panennya menjadi makanan dirinya dan makanan ternak yang ditundukkan kepadanya. Tapi memang petani di negeri ini memiliki tantangan yang berat karena sistem yang berjalan kurang menguntungkan. Tapi mereka tetap tidak pernah kapok bercocok tanam.

Mereka tetap ikhtiar bercocok tanam dan merawatnya hingga panen. Ketika panen mereka sangat bersyukur walaupun harga hasil panennya sangat rendah. Paling tidak mereka bisa memakan langsung hasil tanamannya. Sisa hasil panennya dijual untuk mengganti biaya produksi. Terkadang hasil penjualan hasil panen hanya cukup untuk membayar hutang biaya bibit, pupuk dan biaya perawatan lainnya. Tenaga mereka bahkan tidak masuk hitungan biaya produksi. Tapi mereka tidak pernah kapok bercocok tanam.

Bercocok Tanam untuk Mengamankan Stok Pangan Rumah Tangga

Sumber: lifestyle.okezone.com

Pada umumnya petani di Indonesia hanya menggarap lahan sekitar 0,25 ha bahkan kurang dari itu. Orientasi mereka bercocok tanam adalah untuk memenuhi stok pangan rumah tangga mereka saja. Adapun kalau ada kelebihan baru mereka menjualnya. Petani semacam ini biasa disebut sebagai “petani gurem” yaitu petani yang hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya saja. Petani gurem bisa menikmati hidup sederhana seperti itu.

Tiap hari tidak perlu belanja bahan makanan. Bahan makanan bisa langsung petik dari lahan sendiri. Tapi terkadang kesulitan terjadi ketika membutuhkan biaya besar seperti biaya sekolah anak-anaknya. Sehingga saat panen mereka terpaksa menjual hasil panennya untuk membayar biaya sekolah. Sehingga mereka akan berhutang sana-sini untuk modal bercocok tanam lagi. Mereka tidak pernah kapok bercocok tanam sekalipun harus berhutang.

Mencoba Lagi Karena Pernah Merasakan Panen yang Berhasil

Sumber: komoditas.co.id

Hidup itu tentunya tidak selamanya di bawah tapi terkadang di atas masa kejayaan. Para petani yang telah bertahun-tahun bercocok tanam tentu mereka pernah merasakan hasil panen melimpah dengan harga jual yang tinggi. Oleh karena itu mereka tetap mencoba lagi dengan harapan kejayaan panen di masa lalu dapat terulang kembali. Mereka tetap tidak kapok bercocok tanam. Mereka mengerahkan semua kemampuan. Mereka belajar dari pengalaman bertahun-tahun bercocok tanam. Akan tetapi mereka terlanjur ketergantungan pada pupuk dan obat-obatan pertanian yang semakin mahal. Sedangkan hasil panen tetap dihargai murah meriah. Ironi yang saya selalu gagal paham kenapa petani tidak bisa menentukan harga jual hasil panen merka sendiri. Sebenarnya siapa yang menentukan harga jual produk pertanian itu?. Tidak seperti pedagang yang bisa menentukan harga jual berdasarkan harga pokok produksi mereka. Walaupun mereka tidak bisa menentukan harga jual, mereka tetap tidak pernah kapok bercocok tanam.

Salut pada para petani.

Related posts

Jurusan Teknologi Pangan, Kenali dan Di Mana Bisa Kuliah Jurusan ini?

Ibaft3

Pertanian Hidroponik Organik Ala Dosen Faperta UMUS Brebes

Ibaft3

Pengertian Fermentasi dan Pemahaman Ilmiah Tentang Proses Mikroba

Ibaft3

16 comments

Hasdar 6 Oktober 2018 at 6:14 pm

petani itu pahlawan

Reply

Leave a Comment